PENYIMPANAN ASI YANG BAIK
ASI perah adalah ASI yang diambil dengan cara diperah dari payudara untuk kemudian disimpan dan nantinya diberikan pada bayi. Apa tidak basi? Sampai waktu tertentu dan dengan penyimpanan yang benar, ASI tidak akan basi
Misalnya, ASI tahan disimpan di dalam suhu ruangan sampai 6 jam.
Jika disimpan di thermos yang diberi es batu, bisa tahan hingga 24 jam. Bahkan,
kalau disimpan di kulkas ketahanannya meningkat hingga 2 minggu dengan suhu
kulkas yang bervariasi. Jika disimpan di frezeer yang tidak terpisah dari
kulkas, dan sering dibuka, ASI tahan 3-4 bulan. Sedangkan pada freezer dengan
pintu terpisah dari kulkas dan suhu bisa dijaga dengan konstan, maka ketahanan
ASI mencapai 6 bulan.
·
Taruh ASI dalam kantung plastik polietilen
(misl plastik gula); atau wadah plastik untuk makanan atau yang bisa dimasukkan
dalam microwave, wadah melamin, gelas, cangkir keramik. Jangan masukkan dalam
gelas plastik minuman kemasan maupun plastik styrofoam.
·
Beri tanggal dan jam pada masing-masing wadah.
·
Dinginkan dalam refrigerator (kulkas). Simpan
sampai batas waktu yang diijinkan (+ 2 minggu).
Jika hendak dibekukan, masukkan dulu dalam refrigerator selama
semalam, baru masukkan ke freezer (bagian kulkas untuk membekukan makanan),
gunakan sebelum batas maksimal yang diijinkan. (+3-6 bulan)
Mencairkan ASI
Jika ASI beku akan dicairkan, pindahkan ASI ke refrigerator
semalam sebelumnya, esoknya baru cairkan dan hangatkan. Jangan membekukan
kembali ASI yang sudah dipindah ke refrigerator.
Wadah Penyimpanan ASI
Aneka Wadah
·
Wadah yang terbuat dari stainlees
steel
·
Wadah yang terbuat dari kaca
(beling) dengan tutup yang rapat
·
Wadah yang terbuat dari semi
kaca atau plastik dengan permukaan yang keras (jenis yang tembus pandang dan
tidak buram) dan tutup yang rapat
·
Kantong plastik khusus untuk
menyimpan ASI
·
Kantong plastik makanan bening
Kondisi Wadah
·
Bening tanpa gambar
·
Tidak mudah bocor
·
Bisa dibersihkan atau
disterilkan
·
Untuk botol kaca, simpan dalam
jumlah 1/2 atau 3/4 saja untuk menghindari pemuaian yang beresiko menyebabkan
botol retak atau pecah
Volume Penyimpanan ASIP
·
Simpan ASIP dalam
jumlah sedikit atau cukup utk sekali minum, +/- 60 ml, tujuannya agar tidak ada
ASI yg tersisa dan terbuang. berikan label untuk penamaan, penanggalan dan jam
memerah atau memompa di tiap wadah penyimpanan ASI, bila tidak ada label dapat menggunakan
penulisan langsung dengan tinta yang non toxic ASI yg lebih awal disimpan,
tujuan pemberian label agar lebih mudah bagi para ibu untuk menjalankan prinsip
first come first out
Tatacara Penyimpanan
ASI
Waktu Penyimpanan ASI
berdasarkan suhu ruang:
·
Suhu ruang (19-27C)
sekitar 4-10 jam
·
Refrigerator (kulkas
bawah) dg suhu 0-4C sekitar 2-3 hari
·
Freezer pd kulkas
berpintu satu (suhu variatif
Meski dapat disimpan lebih
lama, disarankan agar tidak terlalu lama menyimpan ASIP. Karena ASI diproduksi
sesuai dg kebutuhan pertumbuhan & perkembangan anak.
Segera simpan ASI peras tidak lebih dari 1 jam
dari waktu mulai memerah ke lemari pendingin, apabila direncanakan ASI perah
tersebut untuk tabungan jangka waktu lama maka setelah 30 – 60 menit dilemari
pendingin dapat dipindahkanke freezer/lemari pembeku.
Untuk Ibu yang memerah asi di kantor, cukup
masukkan ke lemari pendingin, untuk memudahkan penstabilan suhu ketika asi
dibawa pulang dalam perjalanan, sesampainya dirumah bisa langsung diletakkan di
freezer, sehingga tidak terjadi turun naik suhu yang beresiko menyebabkan
hilangnya beberap zat penting dalam ASI. bawa ASIP dengan wadah tertutup bisa
coolbox atau tas biasa dengan didampingin blue ice atau es batu, untuk
mempertahankan suhu ASIP
Jika tidak ada lemari
pendingin
Ada atau tidaknya lemari
pendingin/kulkas bukan hambatan bagi ibu utk menyimpan ASI. Artinya jika
ditempat ibu bekerja ataupun saat ibu bepergian jauh dr bayi utk waktu lama
tidak ditemukan kulkas, maka ibu dapat menyimpan botol (wadah) berisi ASI
peras/pompa dalam termos es yg telah diisi es batu tentunya. Jika es batu
mencair, ibu bisa menggantinya lagi. Atau ada juga cooler khusus utk
mendinginkan lebih lama dg blue ice.
Tata Cara Pemberian ASI
peras/pompa ke bayi
·
Bagi ibu yang
memiliki banyak asi beku, berikan secara variasi antara asi beku dengan asi
yang diperas 1 hari sebelum waktu pemberian, contoh:
ASI akan diberikan tanggal 12 september, maka berikan asi yang diperas tanggal
11 september dan ebrikan juga asi beku yang ada di freezer dengan tanggal lebih
tua, simpan juga asi yang tanggal 11 lainnya untuk mengganti persediaan asi
beku yang digunakan. Hal ini mengingat salah satu prinsip asi yang dihasilkan
sesuai kebutuhan Bayi dan berubah setiap harinya
·
Cairkan ASI beku terlebih
dahulu di kulkas bawah/lemari pendingin, baru kemudian setelah mencari
didiamkan di suhu ruang, atau bisa direndam dalam wadah berisi air dingin,
kemudian bertahap ke wadah berisi air hangat
·
JANGAN menghangatkan ASI dalam
suhu tinggi, merebus atau memanaskan dengan microwave
·
Kocok wadah ASIP
secara perlahan sebelum diberikan ke bayi.
·
Alat Pemberian ASIP
o
Sendok yang tidak
tajam
o
Pipet
o
Sendok khusus
o
Gelas atau cangkir
kecil, dsb. Untuk bayi
Petunjuk
penyimpanan ASI Perah (ASIP) ini berlaku bagi para ibu yang:
·
Memiliki bayi yang sehat dan
tidak lahir secara prematur; dan
·
Menyimpan ASIP untuk kebutuhan
di rumah dan bukan untuk keperluan selama berada di Rumah Sakit
Yang
perlu diingat sebelum mulai menyimpan ASIP:
·
Mencuci tangan sebelum memerah
atau memompa ASI
·
Mencuci wadah penyimpanan ASIP
serta peralatan pompa ASI dengan air panas dan sabun (pastikan apabila
menggunakan pompa ASI anda mengikuti instruksi pencucian yang tertera pada
kemasan produk), dan disiram sekali lagi dengan air matang – tidak perlu untuk disterilkan
·
Jangan lupa untuk memberikan
label hari dan tanggal ASIP diperah atau dipompa pada wadahnya
Metode Penyimpanan ASIP
|
ASI |
Suhu Ruangan |
Lemari Es / Kulkas |
Freezer |
|
ASI
yang baru saja diperah (ASI segar) |
Kolostrum – hari ke-5 (12-24 jam dalam suhu ASI matang:24
jam dalam suhu 15ºC10 jam dalam suhu 19-22ºC4-6 jam dalam suhu 25ºC |
3–8 hari dengan suhu 0-4ºC. |
2 minggu dalam freezer yang terdapat di dalam lemari es/kulkas
(1 pintu). |
|
ASIP
beku— dicairkan dalam lemari es/kulkas tapi belum dihangatkan |
Tidak lebih dari 4 jam(yaitu jadwal minum ASIP berikutnya) |
Simpan di dalam lemari es/kulkas sampai dengan 24 jam |
JANGAN masukkan kembali dalam freezer |
|
ASIP
yang sudah dicairkan dengan air hangat |
Untuk diminum sekaligus |
Dapat disimpan selama 4 jam atau sampai jadwal minum ASIP
berikutnya |
JANGAN masukkan kembali dalam freezer |
|
ASIP
yang sudah mulai diminum oleh bayi dari botol yang sama |
Sisa yang tidak dihabiskan harus dibuang |
Dibuang |
Dibuang |
Cara menghangatkan ASIP:
·
Gunakan ASIP dengan hari dan
tanggal yang paling lama terlebih dahulu
·
Apabila bau dan rasanya basi,
untuk amannya berarti ASIP tersebut memang sudah basi
·
Cairkan ASIP beku selama 12 jam
dalam lemari es/kulkas sebelum diberikan kepada bayi
·
Hangatkan ASIP dingin dengan
cara meletakkan botol/wadah ASIP di dalam mangkuk berisi air hangat, atau
pegang botol/wadah ASIP dibawah aliran air hangat
·
JANGAN panaskan ASIP diatas
kompor – JANGAN direbus
·
JANGAN panaskan ASIP dalam
microwave
·
Karena ASI tidak bersifat
homogen, maka apabila disimpan cenderung untuk terjadi proses pemisahan, dimana
lemaknya akan naik keatas dan membentuk lapisan krim – cukup kocok secara
perlahan-lahan sebelum diberikan kepada bayi
·
Jangan lupa untuk memeriksa
suhu ASIP yang sudah dihangatkan sebelum diberikan kepada bayi
·
Apabila perlu, cicipi ASIP
terlebih dahulu sebelum diberikan kepada bayi
CATATAN KHUSUS – KADAR ENZIM LIPASE YANG TINGGI
Para ibu yang memiliki ASI dengan kadar enzim lipase yang tinggi
seringkali menemukan bahwa ASIP mereka sangat berminyak dan berbau seperti
sabun. Enzim lipase berfungsi untuk menguraikan kandungan lemak dalam ASI –
semakin tinggi kadar enzim ini, maka akan semakin cepat sel-sel lemaknya
terurai sehingga menghasilkan ASI dengan bau yang sangat khas tersebut.
Akibatnya, banyak bayi yang menolak untuk minum ASIP dengan ”bau sabun” padahal
ASIP tersebut masih sangat layak untuk diminum.
Bagaimana cara mengatasinya? Apabila bayi memang menolak untuk
minum ASIP tersebut, maka ASI segar yang baru saja diperah dan belum dimasukkan
ke dalam lemari es/kulkas, dipanaskan terlebih dahulu diatas kompor sampai
hampir mendidih (70-80ºC saja) setelah itu langsung diangkat/didinginkan
sebelum dimasukkan ke dalam lemari es/kulkas. Dengan memanaskan terlebih dahulu
seperti ini, maka proses kerja penguraian sel-sel lemak oleh enzim lipase akan
dihentikan.
Bagaimana
cara mengetahui ASI anda mempunyai kadar enzim lipase yang tinggi?
·
Perah ASI anda seperti biasa,
lalu biarkan ASI tersebut pada suhu ruangan selama 30 menit. Perah lagi ASI
baru, lalu bandingkan rasanya antara ASI yang baru saja diperah dengan yang
sudah dibiarkan dalam waktu 30 menit tadi.
·
Bisa juga bandingkan ASI yang
baru diperah (ASI segar) dengan ASIP yang sudah disimpan di kulkas (yang sudah
didinginkan).
·
Coba juga bandingkan lagi ASI
segar dengan ASIP yang sudah dibekukan di dalam freezer.
·
Bandingkan lagi ASI segar
dengan ASIP dingin atau beku yang sudah dicairkan dan dihangatkan.
FAQ Seputar Penyimpanan ASI
BERAPA LAMA ASI HASIL POMPA/PERAS BISA DISIMPAN PADA SUHU RUANG?
·
Jika ruangan tidak ber-AC,
disarankan tidak lebih dari 4 jam
·
Jika ruangan ber-AC, bisa
sampai 6 jam, Catatan: suhu di atas harus stabil, misalnya ruangan ber-AC, tidak
mati sama sekali selama botol ASI ada di dalamnya.
BERAPA LAMA ASI HASIL
POMPA/PERAS BISA DISIMPAN PADA SUHU LEMARI ES?
·
Jika Ibu mengetahui bahwa dalam
4 jam ke depan ASI hasil pompa/peras tidak akan diberikan pada bayi, maka
segeralah simpan di lemari es. ASI ini bias bertahan sampai 8 (delapan) hari
dalam suhu lemari es, jika ditempatkan dalam compartment yang terpisah dari
bahan makanan lain yg ada di lemari es tsb.
Jika lemari es Ibu kebetulan tidak memiliki compartment terpisah untuk
menyimpan botol ASI hasil pompa/perasan, maka sebaiknya ASI tersebut jangan
disimpan lebih dari 3 x 24 jam.
Ibu juga dapat “membuat” compartment terpisah dengan cara menempatkan botol ASI
dalam container plastik yang tentunya dibersihkan terlebih dahulu dengan baik.
BERAPA LAMA ASI HASIL
POMPA/PERAS BISA DISIMPAN PADA SUHU FREEZER?
·
ASI hasil pompa/perasan dapat
disimpan dalam freezer biasa sampai 3 (bulan) lamanya. Namun Ibu jangan
menyimpan ASI ini di bagian pintu freezer, karena bagian ini yang mengalami
perubahan dan variasi suhu udara terbesar.
·
Jika Ibu kebetulan memiliki
freezer penyimpan daging yang terpisah (biasanya disebut deep freezer) yang
umumnya memiliki suhu lebih rendah dari freezer biasa, maka ASI hasil
pompa/perasan bahkan dapat disimpan sampai dengan 6 (enam) bulan di dalamnya.
BAGAIMANA CARA MENYIMPAN ASI
HASIL POMPA/PERASAN YANG BAIK?
·
Simpan ASI dalam botol yang
telah disterilkan terlebih dahulu
·
Botol yang paling baik
sebetulnya adalah yang terbuat dari gelas/beling,namun jika terpaksa
menggunakan botol plastik, pastikanlah bahwa plastiknya cukup kuat (tidak
meleleh jika direndam dalam air panas.
·
Jangan pakai botol susu yang
berwarna / bergambar, karena ada kemungkinan catnya meleleh jika terkena panas
·
Jangan lupa bubuhkan label
setiap kali Ibu akan menyimpan botol ASI,
dengan mencantumkan tanggal dan jam ASI dipompa/peras
·
Simpan ASI di dalam botol yang
tertutup rapat (jangan ditutup dengan dot,karena masih ada peluang untuk
berinteraksi dengan udara)
·
Jika dalam satu hari Ibu
memompa/memeras ASI beberapa kali, bisa saja Ibu menggabungkan hasil
pompa/perasan tsb dalam botol yang sama, dengan catatan bahwa suhu tempat botol
disimpan stabil, antara 0 s/d 15 derajat Celcius).
Penggabungan hasil simpanan ini bisa dilakukan asalkan jangka waktu
pemompaan/pemerasan pertama s/d terakhir tidak lebih dari 24 jam
BAGAIMANA CARA PEMBERIAN ASI
YANG SUDAH DIDINGINKAN KEPADA BAYI?
·
Panaskan ASI dengan cara:
o membiarkan botol dialiri air panas (bukan mendidih) yang keluar
dari
keran
ATAU
o merendam botol di dalam baskom / mangkuk yang berisi air panas
(bukan mendidih)
·
Jangan sekali-sekali memanaskan
botol dengan cara mendidihkannya dalam
panci, menggunakan microwave atau alat pemanas lainnya (kecuali yang memang
di-design untuk memanaskan botol berisi simpanan ASI)
·
Ibu tentunya mengetahui berapa
banyak bayi Ibu biasanya sekali meminum
ASI. Sesuaikanlah jumlah susu yang dipanaskan dengan kebiasaan tsb. Misalnya
dalam satu botol Ibu menyimpan sebanyak 180 cc ASI tetapi bayi Ibu biasanya
hanya meminum 80, jangan langsung dipanaskan semua. INGAT bahwa susu yang sudah
dipanaskan tidak bisa disimpan lagi!
BAGAIMANA SAYA MENGETAHUI
APAKAH ASI YANG DISIMPAN SUDAH BASI?
·
Sebenarnya jika Ibu mengikuti
pedoman pemompaan/pemerasan ASI dan penyimpanan yang baik, ASI tidak akan
mungkin basi. Kadang memang setelah disimpan / didinginkan akan terjadi
perubahan warna dan rasa, tapi itu tidak menandakan bahwa ASI sudah basi.
Asalkan Ibu berada dalam keadaan bersih ketika memompa/memeras, menyimpan ASI
dalam botol yang steril & tertutup rapat, dalam jangka waktu yang
dijabarkan seperti di atas dan saat memanaskan juga mengikuti petunjuk,
mudah-mudahan ASI Ibu terjaga dalam kondisi yang baik.
·
Dibandingkan susu formula, ASI
lebih tahan lama. Pada saat berinteraksi dengan udara luar, biasanya yang
terjadi bukan pembusukan ASI tetapi lebih merupakan berkurangnya khasiat ASI,
terutama zat yang membantu pembentukan daya imun bayi.
·
SELAMAT ! Bayi Ibu sungguh
beruntung memiliki Ibu yang menyadari betul arti dan manfaat pemberian ASI dalam
awal kehidupannya. Semoga ia tumbuh sehat dan selalu berada dalam lindungan
Tuhan. Amiin.
Panduan Menyimpan ASI
ASI yang diperah atau dipompa haruslah disimpan
secara benar untuk memaksimalkan kandungan nutrisi dan kualitas yang terkandung
di dalamnya. ASI sebenarnya memiliki kandungan anti-bakteri untuk
mempertahankan kesegarannya. ASI yang baru diperah atau dipompa pasti akan
lebih segar dan memiliki kualitas yang baik/
Informasi dibawah ini
dihasilkan dari riset terkini dan berlaku bagi para ibu yang:
·
Memiliki anak yang sehat dan
lahir tidak premature (full-term babies)
·
Menyimpan ASI untuk keperluan
di dalam rumah (bukan untuk keperluan di RS)
·
Mencuci tangannya sebelum
memerah atau memompa
·
Menggunakan wadah atau tempat
penyimpanan ASI yang telah dibersihkan dengan air panas, sabun dan telah
disiram dengan air bersih.
·
Semua ASI yang disimpan harus
diberi tanggal sesuai hari di saat ASI itu diperah atau dipompa.
Panduan Menyimpan ASI
Menyimpan sekitar 60 – 120 ml
per botol sangat disarankan untuk mengurangi sisa ASI. ASI yang disimpan di
kulkas lebih besar kandungan anti-infeksinya disbanding ASI yang beku dari
freezer. Masukkan ASI kedalam kulkas biasa dulu untuk merendahkan suhunya baru
pindahkan ke dalam freezer.
ASI bisa
disimpan:
·
Dalam suhu ruangan (19-22°C)
sampai 10 jam lamanya
·
Di dalam kulkas (0-4°C) sampai
8 hari (usahakan di bagian paling belakang dari kulkas) sampai 8 hari lamanya
·
Di dalam freezer (dengan suhu
bervariasi tergantung berapa sering pintu freezer dibuka dan ditutup) sampai 2
minggu
·
Di dalam freezer dengan bagian
khusus yang memiliki tutup terpisah dari pintu freezer (dengan suhu bervariasi
tergantung berapa sering pintu freezer dibuka dan ditutup) sampai 3-4 bulan.
·
Di dalam freezer yang sangat
dingin (-17 sampai -8°C) sampai 6 bulan lamanya
Tempat untuk menyimpan ASI
ASI yang disimpan di kulkas atau ASI beku dapat ditempatkan pada:
·
Plastik dengan permukaan keras
(seperti botol bayi) atau wadah yang terbuat dari gelas dengan tutup yang rapat.
·
Kantong ASI yang didesain
khusus untuk penyimpanan dalam freezer.
Catatan: botol susu sekali
pakai tidak direkomendasikan untuk dipakai.
Bagiamana cara menghangatkan
ASI?
·
Rendam atau aliri botol dengan
air panas.
·
ASI jangan dipanaskan sampai
mendidih
·
Perlahan kocok-kocok ASI
sebelum mengukur suhunya. Mengocok secara perlahan juga akan membantu
mencampur bagian yang mengental dengan yang cair.
·
Dilarang menggunakan microwave dalam
menghangatkan ASI.
ASI beku yang telah dicairkan
Jika ASI beku telah dicairkan,
masih bisa disimpan dalam kulkas biasa sampai 24 jam ke depan. Tetapi ASI tidak
boleh dibekukan lagi. Tidak diketahui dengan pasti apakah ASI yang tersisa di
botol aman dan masih baik kondisinya untuk diminumkan lagi kepada bayi pada
saat minum berikutnya. Untuk mencegah hal ini, sebaiknya ASI disimpan dalam
botol yang tidak terlalu besar, jadi mengurangi sisa ASI yang tidak terminum.
Menurut buku THE BREASTFEEDING
ANSWER BOOK, halaman 228, beberapa penelitian menunjukkan bahwa terdapat
kandungan zat dalam ASI yang tak dikenal untuk melindungi ASI dari bakteri dan
kontaminasi. Sebuah studi, Barger & Bull 1987, mnemukan secara statistik
bahwa tidak ada perbedaan kadar bakteri dalam ASI yang telah disimpan 10 jam
dalam suhu ruangan dengan ASI yang telah disimpan selama 10 jam. Bahkan sebuah
penelitian lain, Pardou 1994, menemukan bahwa setelah 8 hari disimpan di kulkas
ada kecenderungan ASI memiliki kadar bakteri yang lebih rendah dibanding saat
setelah diperah atau dipompa.
Komentar
Posting Komentar